Ketua
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Badriul Hegar mengatakan,
imunisasi
merupakan investasi karena dapat melindungi kesehatan dari berbagai
penyakit
infeksi. Oleh karenanya imunisasi wajib diberikan sejak bayi. "Banyak
penyakit dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi juga dapat
menurunkan angka
kematian akibat infeksi virus atau bakteri," kata Badriul dalam
Simposium
Kesehatan Nasional ke-2 tentang Imunisasi di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pertahanan tubuh bayi sangat perlu
dilindungi
dengan imunisasi karena pertahanan tubuh secara alamiah tidak mampu
melindungi
tubuh terus-menerus. Jika bayi diberi imunisasi maka tubuh akan
mempersiapkan
melawan penyakit yang disebabkan kuman.
Imunisasi adalah memberikan vaksin yang mengandung
kuman
yang sudah dilemahkan, caranya bisa diteteskan melalui mulut seperti
imunisasi
polio dan bisa juga melalui injeksi. Vaksin yang masuk dalam tubuh bayi
itu
akan merangsang tubuh memproduksi antibodi. "Antibodi itu akan
melawan bibit penyakit yang masuk dalam tubuh," ujarnya.
Menurut Spesialis anak Dr Soedjatmiko, seringkali
terjadi
anak yang sehat tiba-tiba jatuh sakit karena infeksi, kelainan bawaaan,
gangguan metabolisme, masalah gizi, trauma kecelakaan, keracunan, dan
penyakit
imunologi, atau degeneratif.
Oleh karenanya, bayi perlu dilindungi dengan
memberikan
vaksin (vaksinasi atau imunisasi). Imunisasi juga dapat menurunkan
kematian
akibat infeksi saluran nafas akut yang disebabkan virus influenza,
bakteri
pneumokokus, hemofilus, tuberkulosis, pertusis, difteri (DPT), gizi
buruk, dan
berbagai polusi.
Kini, imunisasi rotavirus dan tifoid dapat
menurunkan
kematian akibat diare. Penyebab diare umumnya adalah rotavirus, bakteri
escherichia coli, salmonella, gizi buruk, dan lingkungan padat penduduk
dengan
sumber air tercemar.
Sedangkan imunisasi polio, BCG, campak, penumokokus, dan MMR bisa menurunkan kematian akibat infeksi syaraf otak. Kematian akibat tetanus yang disebabkan bakteri clostridium tetani, dapat diturunkan dengan imunisasi DPT (untuk bayi dan balita), DT (untuk usia sekolah), TT (untuk anak usia sekolah/remaja, wanita usia subur, hingga ibu hamil).